Tribunpandawa.id, Cimahi - Pemerintah Kota Cimahi memilih menyambut pergantian tahun dengan cara yang khidmat dan penuh makna. Bertempat di Masjid Agung Cimahi, Wali Kota Cimahi Ngatiyana hadir langsung bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), mulai dari Kapolres, Dandim, Kajari, hingga tokoh lintas agama, untuk mengikuti doa bersama.
Kegiatan ini digelar sebagai bentuk rasa syukur sekaligus permohonan perlindungan agar masyarakat Cimahi senantiasa diberikan kekuatan, keselamatan, dan persatuan dalam menghadapi berbagai tantangan di masa depan.
Doa bersama juga menjadi momentum mempererat kebersamaan lintas unsur demi menjaga kondusivitas kota.
Dalam arahannya, Wali Kota Ngatiyana mengimbau masyarakat agar tidak merayakan malam pergantian tahun dengan euforia berlebihan atau pesta pora.
Ia mengajak seluruh warga Cimahi untuk menumbuhkan empati dan solidaritas sosial, khususnya kepada saudara-saudara di wilayah Sumatera yang tengah dilanda musibah bencana banjir.
“Pergantian tahun sebaiknya dimaknai dengan refleksi dan kepedulian. Saat sebagian saudara kita sedang tertimpa musibah, sudah sepantasnya kita menahan diri dan memperbanyak doa,” ujar Ngatiyana.
Usai rangkaian doa bersama, Wali Kota Cimahi bersama jajaran Forkopimda melakukan peninjauan langsung ke sejumlah titik strategis, di antaranya Alun-alun Cimahi dan wilayah Kelurahan Cibeureum.
Monitoring ini melibatkan unsur TNI, Polri, BPBD, serta petugas kesehatan guna memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap aman, terkendali, serta pelayanan publik siaga sepanjang malam pergantian tahun.
Langkah tersebut diambil untuk memberikan rasa aman dan ketenangan bagi masyarakat, sekaligus memastikan Kota Cimahi memasuki tahun baru dalam suasana damai, tertib, dan penuh harapan.
(Mang Cu Bacuner's)