Tribunpandawa.id, Cimahi – Ajang Pasanggiri Ke-6 memperebutkan Piala Wali Kota Cimahi yang diselenggarakan oleh Kelompok Kerja Jurnalis Nasional (KKJN) berlangsung meriah di Pendopo Kota Cimahi.
Kegiatan yang digelar selama dua hari ini diikuti puluhan peserta dari berbagai sanggar seni yang terbagi dalam dua kategori usia.
Pada hari Sabtu, sebanyak 19 peserta dari kategori kelas 1–4 SD menampilkan kemampuan terbaik mereka dalam seni tradisi Sunda. Sementara pada hari Minggu, giliran 26 peserta dari kategori kelas 4–6 SD yang unjuk kebolehan di hadapan dewan juri.
Hasil penilaian akhir menobatkan Siila Putri sebagai Juara 1 kategori kelas 1–4, dan Rafanda Shenny Sugisti sebagai Juara 1 kategori kelas 4–6. Keduanya dinilai menonjol dalam penjiwaan, pelafalan, serta penguasaan materi pasanggiri.
Acara penutupan sekaligus pembagian hadiah turut dihadiri oleh Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Cimahi, Dani Bastian, yang hadir mewakili Pemerintah Kota Cimahi.
Dalam sambutannya, Dani Bastian menyampaikan apresiasi tinggi kepada Sri Wahyudi, Ketua Umum KKJN, serta seluruh peserta yang telah berpartisipasi dalam ajang pelestarian seni budaya ini.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari pewarisan kebanggaan bangsa kita, sumber inspirasi, dan wujud nyata pelestarian budaya.
Pemerintah Kota Cimahi tentu mengapresiasi seluruh pihak yang turut mendukung program peningkatan seni dan kebudayaan,” ujar Dani.
Dalam wawancara seusai acara, Dani juga menegaskan pentingnya menjaga keberlanjutan kegiatan seperti Pasanggiri.
“Pasanggiri ini menjadi bukti nyata bahwa seni budaya Sunda masih tumbuh di tengah masyarakat.
Kami berharap kegiatan seperti ini terus dilaksanakan agar generasi muda semakin mencintai warisan budaya lokal,” tambahnya.
Suasana hangat dan penuh semangat terasa sepanjang acara. Anak-anak peserta tampil percaya diri menampilkan kebolehan mereka, disambut tepuk tangan meriah dari para penonton.
Dengan berakhirnya Pasanggiri Ke-6 Piala Wali Kota Cimahi ini, Kota Cimahi kembali menegaskan komitmennya dalam melestarikan seni dan budaya Sunda sebagai jati diri daerah serta warisan berharga bagi generasi mendatang.( Mang Cu Bacuner's)


