![]() |
Acara perdana berlangsung di Aula Kecamatan Cimahi Selatan, Selasa (23/9/2025).
Program Sekolah Jumat difokuskan pada pelatihan keterampilan memasak dan pengolahan makanan bernilai jual, dengan sasaran utama para ibu dari berbagai wilayah Kota Cimahi.
Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu mempraktikkan ilmu yang diperoleh, baik untuk kebutuhan sehari-hari maupun peluang usaha demi meningkatkan ekonomi keluarga.
“Kegiatan ini sangat positif, terutama dalam upaya meningkatkan ekonomi masyarakat. Saya menekankan pentingnya menggunakan produk UMKM lokal dalam setiap kegiatan yang melibatkan makanan dan minuman. Dengan begitu, UMKM kita bisa semakin berkembang,” ujar Ngatiyana usai membuka kegiatan.
Selain mendukung perekonomian keluarga, Sekolah Jumat juga diharapkan mampu memperkuat peran perempuan dalam kewirausahaan mandiri. Hal itu ditegaskan Kepala DP3AP2KB Kota Cimahi, dr. Fitriani Manan, dalam laporannya.
Menurutnya, kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari program kerja Tim Penggerak PKK Kota Cimahi.
“Kami berharap ibu-ibu bisa menambah perbendaharaan resep dan keterampilan memasak, baik untuk keluarga maupun sebagai modal berwirausaha. Semoga dengan kegiatan ini kesejahteraan keluarga dan perekonomian masyarakat Cimahi dapat semakin meningkat,” jelas Fitriani.
Kegiatan Sekolah Jumat tahun ini dilaksanakan di tiga kecamatan di Kota Cimahi pada 23–25 September 2025. Hari pertama di Aula Kecamatan Cimahi Selatan diikuti 75 orang perwakilan masyarakat.
Program ini sepenuhnya dibiayai melalui anggaran DP3AP2KB Bidang Pemberdayaan Masyarakat (PM) Tahun 2025.
Dengan adanya kegiatan ini, Pemkot Cimahi berharap tumbuh semangat kemandirian ekonomi berbasis keterampilan keluarga, sekaligus menjadi contoh kegiatan pemberdayaan yang bisa terus berkembang di masa mendatang.
(Mang Cu Bacuner's)


