BSM0Gpd8GpW9Gfd7TSz6BUWpBY==
Breaking
News

Cimahi Gelar Pelatihan Konvensi Hak Anak, Perkuat Komitmen Menuju Kota Layak Anak

Cimahi Gelar Pelatihan Konvensi Hak Anak, Perkuat Komitmen Menuju Kota Layak Anak
Ukuran huruf
Print 0

Tribunpandawa.id, CimahiPemerintah Kota Cimahi melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk serta Keluarga Berencana (DP3AP2KB) menggelar Pelatihan Konvensi Hak Anak (KHA) di Ballroom Mal Pelayanan Publik, Rabu (27/8/2025).

Kegiatan ini diikuti 60 peserta dari berbagai unsur, mulai dari perangkat daerah, akademisi, dunia usaha, media massa, perwakilan masyarakat, hingga Forum Anak kota Cimahi.

Pelatihan tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat komitmen menjadikan Cimahi sebagai Kota Layak Anak (KLA) serta menghadapi tantangan perlindungan anak di era digital.

Kepala Bidang P3A DP3AP2KB Kota Cimahi, Neneng Mastoah, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bukti keseriusan Pemkot dalam memastikan terpenuhinya hak-hak anak. 

“Kami ingin memastikan seluruh hak anak terpenuhi, mulai dari pendidikan, kesehatan, rasa aman, hingga ruang berekspresi. Upaya ini perlu melibatkan semua pihak agar bersama-sama membangun generasi berkualitas,” ujarnya.

Neneng juga menyoroti tantangan digitalisasi. Menurutnya, teknologi membawa peluang sekaligus risiko bagi tumbuh kembang anak. Oleh karena itu, edukasi kepada orang tua menjadi sangat penting agar mampu membimbing anak memanfaatkan teknologi secara bijak.

Selain itu, Cimahi kini tengah memperkuat indikator KLA setelah berhasil meraih predikat Pratama pada penilaian terbaru, setelah dua tahun absen dari nominasi. “Tahun depan kami targetkan naik ke predikat Utama.  

Salah satu langkahnya adalah membentuk UPT Perlindungan Perempuan dan Anak yang ditargetkan beroperasi pada 2026,” ungkap Neneng.

Sementara itu, narasumber dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Ikeu Tanziha, menegaskan bahwa KHA memiliki empat pilar utama, melindungi, memenuhi, menghargai, dan memajukan hak anak.

 Pilar-pilar tersebut harus diterjemahkan ke dalam kebijakan daerah, termasuk penyediaan layanan publik ramah anak, pendidikan inklusif, serta ruang bermain yang aman.

 “Tahun ini Cimahi sudah meraih predikat Pratama. Tahun depan harus naik menjadi Utama, agar benar-benar menjadi kota ramah anak, baik di sekolah, ruang publik, hingga rumah ibadah,” tegas Ikeu.

Dengan terselenggaranya pelatihan ini, diharapkan Cimahi semakin siap menjadi kota yang aman, layak, dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal sehingga mereka dapat tumbuh menjadi generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.(Mang Cu Bacuner's)


Cimahi Gelar Pelatihan Konvensi Hak Anak, Perkuat Komitmen Menuju Kota Layak Anak
Periksa Juga
Next Post
Tautan berhasil disalin