BSM0Gpd8GpW9Gfd7TSz6BUWpBY==
Breaking
News

Tangis di Laut, Harapan dari Pelampung

Ukuran huruf
Print 0

Tribunpandawa.id, Minahasa Utara  -  Di balik tragedi terbakarnya kapal yang berlayar dari Talaud menuju Manado, tersimpan kisah haru penuh kemanusiaan.  

Salah satu datang dari Mery Kalangi (28), tenaga kesehatan yang nyaris kehilangan nyawa di tengah laut.

Ditemui beberapa jam setelah proses evakuasi di Pelabuhan Munte, Mery duduk berselimut pinjaman dari petugas pelabuhan. 

Matanya sembab, suaranya masih bergetar. Ia baru saja melewati momen yang mengubah hidupnya.

 “Saya baru saja duduk santai di dek atas. Tiba-tiba orang teriak ‘api... api!’ Awalnya saya pikir bercanda.

 Tapi tidak lama, asap tebal langsung mengepung. Semua panik. Saya cuma bisa pegang pelampung dan lari,” ucapnya menahan tangis.

Dalam kekacauan itu, Mery sempat kehilangan dua keponakannya. Ia baru menemukan mereka di Pulau Gangga, setelah dievakuasi ke kapal yang berbeda.

 “Saya cuma bisa menangis. Rasanya sudah pasrah. Tapi nelayan dan petugas cepat datang. Tuhan kirim mereka,” tuturnya sambil memandangi laut yang kembali tenang, seolah tak pernah terjadi apa-apa.

Namun bagi Mery, laut kini menyimpan wajah-wajah keberanian.

Ia menyaksikan langsung para kru kapal bertarung dengan rasa takut demi menyelamatkan penumpang.

“Ada petugas yang lompat duluan ambil pelampung tambahan. Ada juga yang bantu ibu hamil dan gendong anak kecil. Saya lihat semua itu. Mereka pahlawan sesungguhnya.”

Ketika ditanya apa yang paling ia ingat dari hari kelam itu, Mery memberikan jawaban yang menggugah.

 “Saya lihat ratusan pelampung menyala di laut, seperti bintang-bintang. Waktu itu saya sadar, bahkan dalam serba bingung, kita masih punya cahaya. 

Dan cahaya itu adalah manusia lain yang memilih untuk tetap bersama kita.”

Kisah Mery bukan sekadar cerita penyintas. Ia adalah pengingat, bahwa di tengah bencana, masih ada sinar datang dari keberanian, ketulusan, dan rasa kemanusiaan.*


Tangis di Laut, Harapan dari Pelampung
Periksa Juga
Next Post
Tautan berhasil disalin