
Tribunpandawa.id, Cimahi - Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Cimahi makin menunjukkan taringnya sebagai "wali data".
Tak sekedar mengumpulkan angka, Diskominfo memastikan setiap data yang masuk benar-benar akurat dan bisa dipertanggungjawabkan.
Salah satu buktinya, Jumat (11/7/2025), Diskominfo bersama Badan Pusat Statistik (BPS) dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi menggelar verifikasi dan validasi data Survei Pengelolaan Sampah di Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara.
Tak tanggung-tanggung, 220 mahasiswa diterjunkan langsung untuk mendukung verifikasi lapangan.
"Kami mengawal data dari hulu hingga hilir. Tugas kami sebagai wali data adalah memastikan kualitas data sebelum dipublikasikan di portal Open Data," ungkap Azis Sumaryono, Kepala Seksi Data dan Statistik Diskominfo Cimahi.
Tak hanya berhenti di pengumpulan, Diskominfo juga membuka akses luas bagi publik lewat Portal Open Data Kota Cimahi
Di https://opendata.cimahikota.go.id. Hingga kini, sudah ada lebih dari 1.000 data sektoral yang dipublikasikan, lengkap dengan kode SDSN (Standar Data Statistik Nasional) agar bisa dibagipakaikan lintas instansi.
"Silakan akses data di portal. Kalau data yang dicari belum ada, masyarakat bisa langsung hubungi kami," tambah Azis.
Ia juga mengapresiasi kolaborasi erat antara BPS, DLH, dan Duta Kelurahan Cipageran dalam survei ini.
Sementara itu, Dewi Mulyahati, Statistisi Ahli Madya BPS Kota Cimahi, menjelaskan bahwa survei ini adalah bagian dari program Desa Cantik (Desa Cinta Statistik).
Uniknya, survei ini menggunakan Google Form untuk pengisian awal, yang kemudian dicek ulang lewat wawancara lapangan.
“Kami ingin menguji perbedaan antara data isian digital dan hasil wawancara langsung.
Ada 10 variabel utama yang kami cek ulang, semua fokus pada kesadaran warga terhadap pengelolaan sampah,” jelas Dewi.
Hasil survei ini nantinya akan diolah dan dianalisis oleh BPS, lalu direkomendasikan ke DLH Kota Cimahi untuk menyusun program pengelolaan sampah yang lebih tepat sasaran.
Dari tumpukan data ke solusi nyata, kolaborasi ini jadi bukti bahwa data bukan sekadar angka tapi senjata untuk perubahan!*

