![]() |
Hingga saat ini, proses pencarian masih terus dilakukan oleh tim gabungan di tengah keterbatasan akses dan cuaca.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, dari total 23 prajurit tersebut, 19 orang merupakan personel Batalyon Infanteri 9 Marinir (Yonif 9 Mar) “Beruang Hitam”, sementara sisanya berasal dari satuan Marinir lainnya.
Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana Muhammad Ali mengonfirmasi bahwa empat prajurit telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sedangkan prajurit lainnya masih dalam pencarian.
“Saat ini baru empat personel yang berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Personel lainnya masih dilakukan upaya pencarian,” ujar Kasal.
Upaya evakuasi dan pencarian terus dilakukan oleh tim gabungan TNI, Basarnas, Polri, serta relawan. Namun, medan yang sulit dan cuaca yang tidak menentu menjadi tantangan utama di lapangan.
“Alat berat belum dapat masuk karena kondisi jalan yang sempit dan cuaca. Oleh karena itu, pencarian dilakukan dengan bantuan teknologi seperti drone, kamera thermal, serta anjing pelacak,” jelasnya.
Empat prajurit yang telah ditemukan gugur diketahui bernama Serda Mar Sidig, Praka Mar Kori, dan Praka Mar Ari yang merupakan prajurit Yonif 9 Marinir, serta Praka Mar Andre, anggota Menkav 1 Marinir.
Sementara itu, berikut daftar prajurit Yonif 9 Marinir yang dilaporkan tertimbun longsor:
1. Serda Mar Riswan
2. Praka Mar Mahfudi
3. Pratu Mar Dicky Yoga
4. Pratu Mar Heru
5. Pratu Mar Hamid
6. Pratu Mar Febri
7. Prada Mar Burton
8. Pratu Mar Andiko
9. Serka Mar Afriansyah
10. Koptu Mar Edi
11. Praka Mar Ari
12. Serda Mar Sidig
13. Serda Mar Antoni
14. Pratu Mar Dirwa
15. Serda Mar Erick
16. Praka Mar Ulil
17. Praka Mar Anton Kharisma
18. Pratu Mar Genta
19. Praka Mar Kori
TNI Angkatan Laut menegaskan proses pencarian akan terus dilanjutkan secara maksimal hingga seluruh prajurit berhasil ditemukan. Dukungan dan doa dari masyarakat diharapkan dapat menguatkan keluarga korban serta seluruh personel yang terlibat dalam operasi penyelamatan.***
