BSM0Gpd8GpW9Gfd7TSz6BUWpBY==
Breaking
News

SDN Karang Mekar Mandiri l Cimahi Dapat Bantuan P2SP dari Pemerintah Pusat

SDN Karang Mekar Mandiri l Cimahi Dapat Bantuan P2SP dari Pemerintah Pusat
Ukuran huruf
Print 0

 
Tribunpandawa.id, CIMAHI  -  Perbaikan sarana pendidikan di SDN Karang Mekar Mandiri 1 Kota Cimahi mulai bergulir. 

Sekolah tersebut mendapat Bantuan Satuan Pendidikan (P2SP) yang bersumber dari APBN melalui Bantuan Pemerintah Pusat Direktorat Sekolah Dasar Tahun Anggaran 2026.

Bantuan itu diarahkan untuk merehabilitasi lima ruangan yang dinilai membutuhkan perbaikan. Menariknya, pengerjaan dilakukan secara swakelola dengan memberdayakan masyarakat di sekitar sekolah.

Ketua Panitia Pelaksana Pembangunan sekaligus Guru Agama SDN Karang Mekar Mandiri 1, Sofwan, mengatakan proses pengerjaan mulai dilakukan sejak Senin (31/8/2026).

“Alhamdulillah, sistem pekerjaannya swakelola. Pekerjanya juga warga sekitar. Kami berkoordinasi dengan pengurus RT dan RW setempat sehingga masyarakat sekitar bisa ikut diberdayakan,” kata Sofwan saat ditemui awak media di lokasi pembangunan, Rabu (2/9/2026).

Lima ruangan yang menjadi sasaran rehabilitasi tersebut meliputi ruang kelas 4B, kelas 4C, kelas 3B, kelas 3C, serta ruang perpustakaan.

Menurut Sofwan, sebagian besar ruangan mengalami kerusakan kategori sedang. Sementara kondisi perpustakaan menjadi salah satu perhatian utama karena kerusakan pada bagian atap cukup berat dan kerap mengalami kebocoran.

“Kalau perpustakaan sudah hampir masuk kerusakan berat. Atapnya dekat dengan pohon, sehingga genteng sering tertutup daun dan akhirnya banyak yang bocor,” jelasnya.

Jam Belajar Siswa Disesuaikan.

Di tengah berlangsungnya pekerjaan rehabilitasi, pihak sekolah tetap berupaya memastikan kegiatan belajar mengajar berjalan. Pengaturan jam sekolah dilakukan untuk menyesuaikan kondisi di lapangan.

Untuk siswa kelas 3 dan kelas 4, kegiatan belajar dilaksanakan pada siang hari, mulai pukul 10.00 hingga 14.00 WIB.

Pihak sekolah juga memberikan perhatian terhadap keselamatan siswa dengan memasang pembatas pada area yang sedang dikerjakan. Area proyek dipisahkan menggunakan pagar seng sehingga aktivitas pembangunan tidak bercampur langsung dengan kegiatan siswa.

Langkah tersebut dilakukan untuk meminimalkan risiko serta menjaga agar proses belajar tetap berlangsung dengan aman selama pekerjaan rehabilitasi berjalan.

Pelaporan Berlapis dan Pengawasan Ketat.

Sofwan menjelaskan, bantuan rehabilitasi tersebut berasal langsung dari pemerintah pusat dan pelaksanaannya memiliki mekanisme pengawasan serta pelaporan yang cukup ketat.

Setiap perkembangan pekerjaan harus dilaporkan secara berkala. Pengawas melakukan kontrol terhadap pekerjaan di lapangan, sementara dokumentasi perkembangan pembangunan juga dilaporkan melalui sistem atau aplikasi yang telah ditentukan.

“Pelaporannya sangat ketat. Ada laporan per hari melalui pengawas, kemudian laporan mingguan melalui aplikasi. Pengawas juga mengontrol setiap hari,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, proses pengajuan bantuan tidak muncul secara tiba-tiba. Kondisi sarana dan prasarana sekolah sebelumnya tercatat dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

Dari data tersebut kemudian diketahui ruang atau bangunan yang mengalami kerusakan. Sekolah selanjutnya dapat mengajukan bagian yang dianggap menjadi prioritas untuk mendapatkan penanganan.

Warga Sekitar Ikut Merasakan Manfaat.

Selain memperbaiki fasilitas pendidikan, sistem swakelola yang diterapkan juga memberikan manfaat langsung kepada masyarakat sekitar sekolah.

Warga setempat diberi kesempatan untuk terlibat dalam pekerjaan setelah dilakukan pendataan dan koordinasi dengan lingkungan RT/RW.

“Warga sekitar sudah kami data dan dilibatkan dalam pekerjaan. Bahkan, seluruh pekerja nantinya akan didaftarkan BPJS,” tutur Sofwan.

Dengan demikian, program rehabilitasi tidak hanya menyasar peningkatan kualitas sarana pendidikan, tetapi sekaligus membuka kesempatan bagi masyarakat sekitar untuk memperoleh pekerjaan selama proyek berlangsung.

K3 Jadi Perhatian.

Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) juga menjadi bagian yang tidak diabaikan dalam pelaksanaan pembangunan.

Sebelum pekerjaan dimulai setiap pagi, para pekerja terlebih dahulu diberikan arahan mengenai keselamatan kerja. Apabila ditemukan kondisi yang berpotensi menimbulkan risiko di lapangan, pihak pelaksana akan segera melakukan penanganan.

“Setiap pagi diingatkan mengenai keselamatan. Kalau ada temuan di lapangan, langsung diperhatikan dan ditindaklanjuti,” ujarnya.

Sofwan menyebut, pada hari pertama sempat ada seorang pekerja yang hanya bekerja setengah hari dan kemudian tidak kembali. Namun, secara keseluruhan pekerjaan berjalan lancar dan kondisi para pekerja hingga saat ini dalam keadaan sehat.

Ia menegaskan, pengerjaan rehabilitasi tidak dilakukan dengan prinsip mengejar kecepatan semata. Pelaksanaan pembangunan akan mengikuti tahapan dan jadwal yang telah ditentukan.

“Tidak dikejar harus cepat selesai. Semuanya disesuaikan dengan jadwal dan ketentuan yang ada,” tegas Sofwan.

Dengan adanya bantuan P2SP tersebut, pihak sekolah berharap lima ruang yang direhabilitasi dapat kembali menjadi fasilitas yang aman, layak, dan nyaman bagi siswa maupun tenaga pendidik.

Rehabilitasi pun diharapkan bukan sekadar memperbaiki bangunan yang rusak, tetapi menjadi bagian dari upaya menghadirkan lingkungan pendidikan yang lebih baik bagi generasi penerus di Kota Cimahi.

      (Mang Cu Bacuner's)


SDN Karang Mekar Mandiri l Cimahi Dapat Bantuan P2SP dari Pemerintah Pusat
Periksa Juga
Next Post
Tautan berhasil disalin