BSM0Gpd8GpW9Gfd7TSz6BUWpBY==
Breaking
News

Media Lokal Dinilai Paling Memahami Isu Daerah dan Memantau Perkembangannya

Media Lokal Dinilai Paling Memahami Isu Daerah dan Memantau Perkembangannya
Ukuran huruf
Print 0

  
Tribunpandawa.id,  CIMAHI  –  Media lokal dinilai memiliki peran yang tidak tergantikan dalam mengawal berbagai persoalan di daerah. 

Kedekatan dengan masyarakat serta kemampuan memantau perkembangan suatu isu secara berkelanjutan menjadi keunggulan yang tidak selalu dimiliki media dari luar daerah.

Pandangan tersebut disampaikan Jurnalis IDN CITIZEN, Armanda, usai menjadi narasumber dalam Diskusi Jurnalistik bertajuk Refleksi HUT Kota Cimahi ke-25 Menakar Peran Media dalam Pembangunan Kota Cimahi Ditinjau dari Perspektif Hukum.

Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Dewan Pimpinan Pusat Aliansi Jurnalis Media Independen Indonesia (DPP AJMII) di Aula Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi, pada Senin (29/6/2026).

Menurut Armanda, media lokal memiliki pemahaman yang lebih mendalam terhadap berbagai persoalan yang terjadi di wilayahnya sehingga mampu mengikuti perkembangan isu secara berkesinambungan.

"Saya percaya bahwa peristiwa atau isu isu di daerah media setempat lah yang lebih memahami isunya dan bisa terus memantau perkembangannya, mereka layak diberi tempat agar isu-isu lokal bisa terdengar gaungnya hingga ke tingkat nasional dan mendapatkan perhatian yang lebih dari masyarakat luas," ujarnya.

Ia menilai, penguatan media pers lokal menjadi hal yang penting agar informasi dari daerah tidak hanya berhenti di tingkat lokal, tetapi juga mampu menjadi perhatian publik secara lebih luas.

Dengan demikian, berbagai persoalan maupun potensi daerah dapat memperoleh ruang pemberitaan yang proporsional.

Armanda mengatakan perkembangan teknologi digital memang telah membuka ruang yang lebih luas bagi masyarakat untuk ikut menyampaikan informasi.

Menurutnya, industri media saat ini juga berkembang dengan menghadirkan berbagai bentuk produk jurnalistik yang lebih kolaboratif.

"Itulah kenapa industri media 4.0 sekarang ini terus berkembang dengan produk-produk Jurnalistik baru yang kolaboratif.

Menurutnya, jurnalisme tidak lagi hanya menjadi milik wartawan maupun perusahaan media. Di era digital, masyarakat atau warga juga memiliki peran sebagai bagian dari ekosistem jurnalistik.

Ia menjelaskan bahwa keterlibatan masyarakat dalam menyampaikan informasi telah membentuk pola baru dalam konsumsi berita.

Meski demikian, jurnalisme warga tetap harus berpedoman pada prinsip-prinsip jurnalistik agar informasi yang disampaikan tetap akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

"Jadi partisipasi warga dalam menyampaikan informasi sekarang ini tu sudah membentuk kesadaran baru bagi pembaca berita saat ini. Sekarang ini apa-apa di foto apa-apa di videoin. 

"Tapi yang namanya jurnalisme warga mau bagaimanapun apapun namanya tetep ada prinsip-prinsip jurnalistik yang harus ditaati," jelasnya.

Menurut Armanda, media sosial memang menjadi sarana penyebaran informasi yang sangat cepat.

Namun, derasnya arus informasi di platform digital juga membuat proses verifikasi menjadi semakin penting untuk mencegah penyebaran hoaks maupun informasi yang menyesatkan.

"Tapi kita juga harus ingat, media sosial itu tempat bertumbuhnya informasi yang perlu paling banyak untuk di verifikasi kebenarannya. Ketika sebuah daerah diuji oleh krisis informasi atau hoaks, media sosial nggak bisa jadi bemper penjamin kebenaran," tegasnya.

Karena itu, ia menekankan bahwa pemerintah daerah tetap membutuhkan media pers resmi yang memiliki ruang redaksi, standar kerja jurnalistik, serta tanggung jawab hukum yang jelas sebagai mitra dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.

"Pemerintah daerah butuh institusi pers resmi yang punya ruang redaksi dan tanggung jawab hukum yang jelas. Jadi, kalau kita investasi komunikasinya cuma di media sosial tapi melupakan penguatan media pers lokal, sama saja kita sedang membangun rumah di atas pasir," pungkasnya.

Armanda berharap keberadaan media lokal terus diperkuat melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat.

Menurutnya, ekosistem informasi yang sehat akan membantu menghadirkan pemberitaan yang berkualitas sekaligus mendorong pembangunan daerah yang lebih transparan, partisipatif, dan berkelanjutan.***

Media Lokal Dinilai Paling Memahami Isu Daerah dan Memantau Perkembangannya
Periksa Juga
Next Post
Tautan berhasil disalin