Suasana di kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Cimahi belakangan kerap menjadi perhatian masyarakat.
Pada sejumlah hari kerja, aktivitas di lingkungan gedung wakil rakyat tersebut terlihat lengang dengan banyak ruangan anggota dewan yang tertutup dan minim aktivitas.
Pantauan di lokasi menunjukkan area parkir yang tidak terlalu padat serta sejumlah ruang fraksi dan komisi tampak kosong pada jam kerja.
Kondisi ini memunculkan berbagai pertanyaan dari masyarakat mengenai efektivitas kehadiran anggota dewan dalam menjalankan tugas dan fungsi mereka sebagai wakil rakyat.
Beberapa warga menilai kantor DPRD seharusnya menjadi ruang aktif untuk menyerap aspirasi masyarakat, terutama terkait persoalan pembangunan, pelayanan publik, dan pengawasan kebijakan daerah.
Namun, suasana yang kerap sepi justru memunculkan kesan minimnya aktivitas kedewanan di lingkungan gedung tersebut.
Meski demikian, sejumlah pihak menyebut aktivitas anggota dewan tidak selalu berlangsung di dalam kantor.
Agenda seperti kunjungan kerja, reses, rapat eksternal, hingga kegiatan bersama masyarakat disebut menjadi alasan mengapa sebagian anggota dewan tidak berada di tempat.
Situasi ini dinilai menjadi tantangan bagi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Cimahi untuk meningkatkan transparansi kinerja kepada publik.
Masyarakat berharap agenda dan aktivitas anggota dewan dapat lebih terbuka sehingga tidak menimbulkan persepsi negatif terkait kehadiran maupun produktivitas para wakil rakyat.
Salah satu warga yang sering melintas, menilai komunikasi publik menjadi hal penting agar masyarakat memahami aktivitas kedewanan yang berlangsung di luar kantor.
Selain itu, pemanfaatan media sosial dan publikasi agenda kerja dinilai dapat menjadi solusi untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga legislatif daerah.
Di tengah sorotan tersebut, warga berharap anggota dewan dapat lebih sering hadir dan membuka ruang komunikasi langsung dengan masyarakat di kantor DPRD.
Sebab, keberadaan gedung wakil rakyat sejatinya bukan hanya simbol lembaga, melainkan tempat lahirnya aspirasi dan solusi bagi kepentingan publik.***
