Tribunpandawa.id, Cimahi - Pemerintah Kota Cimahi kian memantapkan langkah transformasi pengelolaan sampah perkotaan melalui pelaksanaan Program Improvement of Solid Waste Management to Support Regional and Metropolitan Cities Project (ISWMP). Komitmen tersebut tercermin dalam kunjungan Tim World Bank dan ISWMP ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Sentiong dan Lebaksaat, dalam rangkaian kegiatan Implementation Support Mission (ISM), Rabu (21/1/2026).
Rombongan World Bank diterima langsung oleh Wakil Wali Kota Cimahi Adhitia Yudisthira, didampingi Asisten Ekonomi dan Pembangunan Achmad Nuryana, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Chanifah Listyarini, Kepala Dinas PUPR Wilman Sugiansyah, Kepala Bapperida Adet Chandra Purnama, serta jajaran perangkat daerah terkait.
Kegiatan ISM ini merupakan bagian dari pemantauan dan evaluasi pelaksanaan Program ISWMP di daerah. Pada Januari 2026, World Bank melaksanakan misi resmi yang dipimpin Task Team Leader World Bank, bersama Ketua Tim Central Project Management Unit (CPMU) Sandhi Eko Bramono, perwakilan Central Project Implementation Unit (CPIU), serta unsur Kementerian Pekerjaan Umum.Misi ini bertujuan memastikan implementasi program berjalan sesuai perencanaan, sekaligus mengidentifikasi peluang penguatan dari aspek teknis, kelembagaan, dan operasional.
Wakil Wali Kota Cimahi Adhitia Yudisthira menilai kehadiran Tim ISM sebagai bentuk dukungan dan kepercayaan yang sangat berarti bagi Kota Cimahi, terutama dalam menghadapi tantangan pengelolaan sampah di tengah keterbatasan daya dukung wilayah dan tekanan kapasitas TPA Sarimukti.
“Implementation Support Mission bukan sekadar agenda monitoring, tetapi ruang strategis untuk memastikan setiap tahapan Program ISWMP tepat sasaran, berkelanjutan, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.
Adhitia menegaskan komitmen Pemerintah Kota Cimahi dalam mengatasi persoalan persampahan melalui penguatan kebijakan dan sistem pengelolaan terintegrasi.
Upaya tersebut mencakup penerapan kebijakan Zero to TPA, penanganan dampak sosial operasional TPST—khususnya TPST Sentiong yang berdekatan dengan SDN Pambudi Dharma—pengembangan TPST sebagai kawasan percontohan berkelanjutan, kampanye publik pengelolaan sampah, penguatan regulasi melalui penetapan Rencana Induk Pengelolaan Sampah (RIPS), serta pembangunan sistem kelembagaan dari hulu hingga hilir.
“Perubahan perilaku menjadi kunci utama keberhasilan sistem persampahan jangka panjang. Sampah akan menjadi berkah jika dipilah,” tegasnya.
Program ISWMP sendiri merupakan program nasional yang didanai melalui pinjaman World Bank kepada Pemerintah Republik Indonesia dan dikelola oleh Kementerian Pekerjaan Umum. Program ini diarahkan untuk mendukung penanganan permasalahan sampah secara terintegrasi, khususnya di kota dan kawasan metropolitan.
Bagi Kota Cimahi, ISWMP menjadi langkah strategis untuk menjawab tantangan pengelolaan sampah di tengah keterbatasan lingkungan.
Kondisi TPA Sarimukti yang mengalami kelebihan kapasitas berdampak pada pembatasan kuota pengiriman sampah Bandung Raya, sehingga mendorong percepatan penguatan pengolahan sampah di tingkat kota guna mengurangi ketergantungan terhadap TPA.
Sejalan dengan kebijakan Zero to TPA, Pemkot Cimahi memperkuat pemilahan dan pengolahan sampah di tingkat sumber melalui penerapan Hari Organik dan Hari Anorganik, pengoperasian TPST Sentiong dan sejumlah TPS 3R di Cimahi Selatan, peningkatan kapasitas TPS eksisting, serta pembagian kewenangan pengelolaan sampah berbasis kewilayahan.
Sekitar 60 persen pengelolaan sampah dilakukan di tingkat kelurahan, sementara 40 persen ditangani oleh Dinas Lingkungan Hidup.
Melalui Program ISWMP, Kota Cimahi juga memperoleh dukungan pembangunan dua TPST baru guna meningkatkan kapasitas pengolahan. Fasilitas tersebut diharapkan mampu menekan timbulan sampah yang dibuang ke TPA sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan.
Dalam evaluasi pelaksanaan program, Pemkot Cimahi memanfaatkan ISM sebagai ruang pembelajaran bersama untuk mengoptimalkan kinerja fasilitas pengolahan sampah. Sejumlah peralatan dinilai belum beroperasi optimal sesuai kapasitas perencanaan.
Pemerintah Kota Cimahi pun menyatakan kesiapan menerima penggantian maupun peningkatan peralatan agar kapasitas pengolahan dapat mencapai hingga 85 ton per hari, sehingga TPST berfungsi maksimal dan berkelanjutan.
Kunjungan Tim World Bank, CPMU, dan CPIU menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi antara Pemerintah Kota Cimahi, Pemerintah Pusat, World Bank, serta para pemangku kepentingan lainnya.
Pemerintah Kota Cimahi menegaskan komitmennya mendukung pengelolaan sampah berkelanjutan melalui penguatan kebijakan daerah, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, dan pengembangan sistem pengolahan yang andal demi mengurangi ketergantungan terhadap TPA dan mewujudkan lingkungan kota yang lebih bersih dan sehat.***