BSM0Gpd8GpW9Gfd7TSz6BUWpBY==
Breaking
News

Catatan Mang Cu Bacuner’s, Januari 2026, Ketika Kemitraan Diuji Efisiensi

Catatan Mang Cu Bacuner’s, Januari 2026, Ketika Kemitraan Diuji Efisiensi
Ukuran huruf
Print 0

 
Tribunpandawa.id, Cimahi  -  Januari 2026 menjadi bulan penuh catatan bagi Mang Cu Bacuner’s. Di banyak instansi, kata kemitraan kembali dipertanyakan maknanya. Bukan karena ia hilang dari regulasi, melainkan karena sebagian jurnalis khususnya media online lokal merasa tergusur dan tersingkir atas nama efisiensi anggaran yang dikawal ketat oleh aturan.

Di balik kalimat administratif yang terdengar rapi, tersimpan keluh kesah panjang para jurnalis. Mereka yang selama ini setia meliput di lapangan, mengabarkan denyut warga dan kebijakan daerah, kini harus menerima kenyataan pahit, kerja jurnalistik dipersempit oleh hitung-hitungan angka, bukan oleh kualitas karya.

Padahal, di tengah derasnya persaingan arus informasi dan riuhnya ruang digital, pers justru hadir sebagai kompas moral sekaligus benteng hukum bagi demokrasi.

Undang-undang pers bukan sekadar teks normatif di atas kertas, melainkan napas kebebasan yang menjaga agar suara publik tetap merdeka, berimbang, dan bertanggung jawab.

Pers adalah wahana komunikasi massa yang bekerja dari hulu ke hilir: mencari, memperoleh, menyimpan, mengolah, hingga menyampaikan informasi. Wujudnya kian beragam tulisan, suara, gambar, data, grafik, hingga berbagai platform digital yang terus tumbuh. 

Di sinilah pers ditempatkan sebagai institusi yang hidup, lentur, dan adaptif terhadap zaman, bukan sebagai beban anggaran yang mudah dipangkas.

Catatan Mang Cu Bacuner’s bukan sekadar keluhan, melainkan pengingat. Bahwa efisiensi tidak semestinya mematikan ekosistem informasi lokal. Bahwa kemitraan seharusnya dibangun di atas keadilan, keterbukaan, dan penghargaan terhadap peran pers sebagai penyambung lidah masyarakat.

Kepada para jurnalis media online lokal yang hari ini merasa tersisih, Mang Cu Bacuner’s menitip pesan sederhana namun bermakna: tetap semangat, kawan. Masih banyak jalan menuju Roma. Selama pena masih tajam dan nurani tetap hidup, kerja jurnalistik akan selalu menemukan jalannya.

 (Mang Cu Bacuner's)

Catatan Mang Cu Bacuner’s, Januari 2026, Ketika Kemitraan Diuji Efisiensi
Periksa Juga
Next Post
Tautan berhasil disalin