BSM0Gpd8GpW9Gfd7TSz6BUWpBY==
Breaking
News

Emas di Dada, Seratus Ribu di Saku"

Emas di Dada, Seratus Ribu di Saku"
Ukuran huruf
Print 0

TribunPandawa.id, Jakarta  –  Kisah Pilu Sang Pahlawan Sepakbola, Toyo Haryono, Peraih Emas SEA Games yang Dibayar Rp100 Ribu

Di balik gemerlap trofi emas SEA Games 1991 yang membanggakan bangsa, terselip kisah yang menggurat luka kisah tentang pengorbanan, dedikasi, dan cinta tanah air yang tak ternilai oleh angka

 Dialah Toyo Haryono, mantan pilar Timnas Indonesia di era keemasan yang justru hidup dalam bayang-bayang ketidakadilan.

Saat para pesepakbola masa kini hidup bergelimang kontrak bernilai miliaran, Toyo hanya menerima Rp100 ribu per bulan ketika membela Garuda di pentas Asia Tenggara.

“Waktu itu, kami latihan tiga kali sehari. Gaji cuma Rp100 ribu sebulan. Tapi kami bangga, karena memakai lambang Garuda di dada,” ujar Toyo dalam sebuah diskusi kenangan bersama PSSI.

Nama Toyo tak bisa dilepaskan dari skuat emas besutan pelatih legendaris Anatoli Polosin, yang sukses mengantar Indonesia meraih medali emas di Manila tahun 1991. Namun, euforia kemenangan itu nyatanya tak sebanding dengan kesejahteraan yang diterima.

Berkeringat di Gunung, Dibayar dengan Kebanggaan

Toyo mengenang kerasnya latihan era Polosin naik gunung, lari di medan curam, latihan fisik brutal yang membuat banyak pemain menyerah dan “kabur”.

 “Latihannya luar biasa. Fisik terus. Kami dikirim ke Malang, naik gunung tiap hari. Banyak yang tak kuat, akhirnya pulang,” kenangnya.

Semangat Garuda yang dulu bukan dibangun dari bonus, tetapi dari kecintaan akan merah putih. Dari napas yang tersengal demi bendera, bukan demi angka di rekening.

Sebuah Pelajaran dari Masa Lalu

Kini, saat sepak bola nasional telah berkembang dan pesepakbola muda diberi fasilitas, honor, hingga kontrak profesional kisah Toyo Haryono menjadi cermin.

Bahwa kejayaan hari ini ditopang oleh peluh generasi sebelumnya, yang rela berjuang meski tak dihitung dengan layak.

 “Saya tidak menyesal. Justru bangga bisa jadi bagian sejarah Indonesia,” tutup Toyo, dengan senyum yang menyimpan rindu.*


Emas di Dada, Seratus Ribu di Saku"
Periksa Juga
Next Post
Tautan berhasil disalin